الاحد الفرد القدير الالي الصماد البر المهيمن العلي.
(Allah adalah) al ahad, AL-farq, AL-qadir, Ash-somad, AL-barr, AL-muhaimin, dan AL-'ali.
Allah maha kuasa.
Kekuasaan allah terhadap segala sesuatu adalah kekuasaan yang mutlak san sempurna. Tak ada sesuatu yang dapat menandingi atau melemahkan mereka laksana menciptakan atau membangkitkan satu jiwa saja. Apapun yang hendak Dia ciptakan, Dia cukup berkata "jadilah!" Maka jadilah apa yang dikehendakinya itu. Dia mampu menciptakan segala sesuatu, membinasakan mereka, lalu mengembalikan mereka semua seperti sedia kala-- dan itu lebih mudah bagi-Nya, bagaimanapun dan kapan pun.
"Jika allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kalian, wahai manusia, dan dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah yang maha kuasa berbuat demikian." (QS. An-Nisa': 133)
"sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah." (QS.Al Hajj 62)
" dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah mengetahui lagi maha kuasa (QS Fathir 44)
sifat Azali Allah
Allah bersifat Azali. Dzat-Nya, nama-nama-Nya, dan sifat-sifat-Nya. Azali Berarti ada tanpa bermula. dan Allah tidak akan berakhir. Abadi selama-lamanya. tidak ada satu nama dan sifat pun yang baru. Allah adalah al-khaliq--yang maha mencipta, sebelum dia menciptakan apapun. Allah adalah Assami--ia mendengar, sebelum dia mengadakan apa pun yang dapat didengar. Allah adalah Al Alim --yang maha mengetahui, sebelum dia mengadakan apapun yang dapat diketahui. Allah adalah Al Muhyi Al Mumit-- yang menghidupkan yang mematikan, sebelum dia menciptakan kematian dan kehidupan. sekalian makhluk demikian ini berlaku untuk semua nama dan sifatnya.
Keliru jika dipahami dan di yakini bahwa allah baru meniliki sifat setelah dia melakukan sesuatu. Allah Maha Sempurna. Semua sifat-Nya adalah sifat kesempurnaan. Tidak adanya salah satu dari sifat itu berarti kekurangan. Padahal allah tak pernah kurang. Rasulullah bersabda:
"Allah telah ada sebelum adanya segala sesuatu selain Dia. Dan adalah 'arasy-Nya di atas air." (Dari 'Imran bin Husain)
Tentu keberadaan Allah adalah keberadaan yang sempurna, tanpa kekurangan sesuatu apa pun. Dahulu, kemarin, hari ini, esok, dan selamanya.
SANDARAN HAKIKI
Allah memiliki nama ash-shamad. Allah adalah sandaran yang hakiki dari semua makhluk; untuk semua kebutuhan dan permohonan mereka. Demikian makna ash-Shamad sebagaimana dijelaskan oleh ibnu Abbas menurut riwayat 'Ikrimah. (Tafsir ibnu Katsir, 4/609)
Sedangkan menurut riwayat 'Ali bin Abu Thalhah, ibnu 'Abbas menjelaskan makna ash-Shamad dengan,"Dia adalah yang mulia yang sempurna kemuliaan-Nya, Yang Maha Agung yang sempurna keagungan-Nya, Yang Maha Menyantuni yang sempurna sifat penyantunan-Nya, Yang Maha Mengetahui yang sempurna pengetahuan-Nya, Yang Maha bijaksana yang sempurna kebijaksanaannya. Dia telah sempurna segala aspek kemuliaan-Nya. Dia-lah Allah Yang Maha Suci. Inilah Sifat-Nya, Sifat ini hanya pantas untuk-Nya. Tidak ada sesuatu pun atau siapa pun yang aepadan dan semisal dengan-Nya. Allah yang satu dan Maha Perkasa." (Tafsir Ibnu Katsir; 4/609)
Al Hasan Al bashri berkata, "Ash-shomad adalah Al Hayyu Al Qayyum yang tidak akan pernah sirna." (tafsir Ibnu Katsir 4/610)
mengenai dua Penjelasan diatas dan penjelasan-penjelasan yang lain tentangmakna As Somad, Ibnu Katsir berkata, "semua diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, Al Baihaqi, dan At Tabrani. juga Ibnu jarir Ath Thabranid--Bahkan ia menyebut banyak sekali dengan sanadnya. ath-thabrani di dalam Kitab As Sunnah, setelah menyebut penjelasan-penjelasan makna as Somad berkata, 'semua itu benar itu adalah sifat Rabb kita Azza Wa Jalla.'." (tafsir Ibnu Katsir:4/610)
Masalahnya, apakah setelah kita memakfirahi ke-Shamad-an Allah, kita bemar benar bersandar kepada-Nya dalam semua urusan kita? Dalam urusan dunia dan juga urusan akhirat kita? Seyogiyanya kita berintrospeksi.
IKHTISHAR AL-IKHLASH
Nama Ash-shomad di dalam al-quran sekali, yakni di dalam surat al-ikhlas.
"Katakanlah, Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.' Allah adalah as-Shamad (yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya). Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang setara dengan Dia.(QS.AL-IKHLAS:1-4)
Surat al ikhlas sendiri adalah surat yang senilai dengan sepertiga al quran. Surat ini meliputi Tauhid uluhiyah, Tauhid Rububiyah, dan asma wa shifat. Terkandung di dalamnya pula antitesa untuk pemahaman sesat: Malhidah (atheis), Mu'athilah (mereka yang meniadakan nama/sifat Allah), Musyabbibah (mereka yang menyerupai Allah dengan makhluk) dan lain lain.
(Bersambung, insya Allah)
Allah maha kuasa.
Kekuasaan allah terhadap segala sesuatu adalah kekuasaan yang mutlak san sempurna. Tak ada sesuatu yang dapat menandingi atau melemahkan mereka laksana menciptakan atau membangkitkan satu jiwa saja. Apapun yang hendak Dia ciptakan, Dia cukup berkata "jadilah!" Maka jadilah apa yang dikehendakinya itu. Dia mampu menciptakan segala sesuatu, membinasakan mereka, lalu mengembalikan mereka semua seperti sedia kala-- dan itu lebih mudah bagi-Nya, bagaimanapun dan kapan pun.
"Jika allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kalian, wahai manusia, dan dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah yang maha kuasa berbuat demikian." (QS. An-Nisa': 133)
"sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah." (QS.Al Hajj 62)
" dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah mengetahui lagi maha kuasa (QS Fathir 44)
sifat Azali Allah
Allah bersifat Azali. Dzat-Nya, nama-nama-Nya, dan sifat-sifat-Nya. Azali Berarti ada tanpa bermula. dan Allah tidak akan berakhir. Abadi selama-lamanya. tidak ada satu nama dan sifat pun yang baru. Allah adalah al-khaliq--yang maha mencipta, sebelum dia menciptakan apapun. Allah adalah Assami--ia mendengar, sebelum dia mengadakan apa pun yang dapat didengar. Allah adalah Al Alim --yang maha mengetahui, sebelum dia mengadakan apapun yang dapat diketahui. Allah adalah Al Muhyi Al Mumit-- yang menghidupkan yang mematikan, sebelum dia menciptakan kematian dan kehidupan. sekalian makhluk demikian ini berlaku untuk semua nama dan sifatnya.
Keliru jika dipahami dan di yakini bahwa allah baru meniliki sifat setelah dia melakukan sesuatu. Allah Maha Sempurna. Semua sifat-Nya adalah sifat kesempurnaan. Tidak adanya salah satu dari sifat itu berarti kekurangan. Padahal allah tak pernah kurang. Rasulullah bersabda:
"Allah telah ada sebelum adanya segala sesuatu selain Dia. Dan adalah 'arasy-Nya di atas air." (Dari 'Imran bin Husain)
Tentu keberadaan Allah adalah keberadaan yang sempurna, tanpa kekurangan sesuatu apa pun. Dahulu, kemarin, hari ini, esok, dan selamanya.
SANDARAN HAKIKI
Allah memiliki nama ash-shamad. Allah adalah sandaran yang hakiki dari semua makhluk; untuk semua kebutuhan dan permohonan mereka. Demikian makna ash-Shamad sebagaimana dijelaskan oleh ibnu Abbas menurut riwayat 'Ikrimah. (Tafsir ibnu Katsir, 4/609)
Sedangkan menurut riwayat 'Ali bin Abu Thalhah, ibnu 'Abbas menjelaskan makna ash-Shamad dengan,"Dia adalah yang mulia yang sempurna kemuliaan-Nya, Yang Maha Agung yang sempurna keagungan-Nya, Yang Maha Menyantuni yang sempurna sifat penyantunan-Nya, Yang Maha Mengetahui yang sempurna pengetahuan-Nya, Yang Maha bijaksana yang sempurna kebijaksanaannya. Dia telah sempurna segala aspek kemuliaan-Nya. Dia-lah Allah Yang Maha Suci. Inilah Sifat-Nya, Sifat ini hanya pantas untuk-Nya. Tidak ada sesuatu pun atau siapa pun yang aepadan dan semisal dengan-Nya. Allah yang satu dan Maha Perkasa." (Tafsir Ibnu Katsir; 4/609)
Al Hasan Al bashri berkata, "Ash-shomad adalah Al Hayyu Al Qayyum yang tidak akan pernah sirna." (tafsir Ibnu Katsir 4/610)
mengenai dua Penjelasan diatas dan penjelasan-penjelasan yang lain tentangmakna As Somad, Ibnu Katsir berkata, "semua diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, Al Baihaqi, dan At Tabrani. juga Ibnu jarir Ath Thabranid--Bahkan ia menyebut banyak sekali dengan sanadnya. ath-thabrani di dalam Kitab As Sunnah, setelah menyebut penjelasan-penjelasan makna as Somad berkata, 'semua itu benar itu adalah sifat Rabb kita Azza Wa Jalla.'." (tafsir Ibnu Katsir:4/610)
Masalahnya, apakah setelah kita memakfirahi ke-Shamad-an Allah, kita bemar benar bersandar kepada-Nya dalam semua urusan kita? Dalam urusan dunia dan juga urusan akhirat kita? Seyogiyanya kita berintrospeksi.
IKHTISHAR AL-IKHLASH
Nama Ash-shomad di dalam al-quran sekali, yakni di dalam surat al-ikhlas.
"Katakanlah, Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.' Allah adalah as-Shamad (yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya). Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang setara dengan Dia.(QS.AL-IKHLAS:1-4)
Surat al ikhlas sendiri adalah surat yang senilai dengan sepertiga al quran. Surat ini meliputi Tauhid uluhiyah, Tauhid Rububiyah, dan asma wa shifat. Terkandung di dalamnya pula antitesa untuk pemahaman sesat: Malhidah (atheis), Mu'athilah (mereka yang meniadakan nama/sifat Allah), Musyabbibah (mereka yang menyerupai Allah dengan makhluk) dan lain lain.
(Bersambung, insya Allah)
Komentar
Posting Komentar